Tim Kerja
DEWAN PEMBINA

Ahmad Rifai memulai jejak aktivismenya sebagai organisator kelompok marginal perkotaan, dan dengan pengalaman hampir 20 tahun di dunia LSM, ia telah membangun portofolio yang sangat kuat di bidang manajemen proyek, isu tata kelola perkotaan, informalitas perkotaan, kemiskinan perkotaan, penganggaran partisipatif dan perencanaan partisipatif. Pemegang gelar MA dari UIN Yogyakarta, dan gelar MSc dari Social Development Practices, DPU, University College London.

Aktivis demokrasi dan pemberdayaan masyarakat berkeadilan sosial
DEWAN PENGAWAS

Aktif di dunia pemberdayaan masyarakat lebih dari 13 tahun dan memiliki spesialisasi di isu GEDSI, advokasi anggaran daerah, pengentasan kemiskinan dan knowledge management. Saat ini, dia sedang memperkaya kompetensinya terkait isu green budgeting dan keuangan digital inklusif perempuan. Suci mempunyai kemampuan menulis, analisa, fasilitasi dan memiliki jaringan yang baik dengan berbagai stakeholder. Sebelum bergabung menjadi ketua pengawas di Yayasan Jalatera, aktif di Yayasan Lestari Indonesia dengan posisi terakhir staff advokasi dan Perkumpulan IDEA Yogyakarta dengan posisi terakhir direktur program. Suci memiliki pengalaman sebagai konsultan independen dan juga memberikan asistensi kepada pemerintah.

(ANGGOTA)
Pembelajar, peminat dan pegiat teknologi informasi dan komunikasi, penganut sumber daya terbuka
DEWAN PENGURUS

(KETUA)
Penyuka tanaman hias dan pehobby travelling ini bergabung dengan Tim Kerja Yayasan Jalatera sejak tahun 2020 awal dilahirkannya Yayasan Jalatera. Dimana sebelumnya Yayasan Jalatera sebenarnya adalah peleburan dari Yayasan Jerami yang sudah lebih dulu eksis di issu Data Kemiskinan Terpadu pada tahun 2012 – 2020. Tahun 2018-2020 Dyah bergabung dengan Yayasan Jerami yang aktif berkegiatan dalam pembangunan data kemiskinan di Kota Surakarta dan kabupaten penyangga yaitu Karanganyar, Wonogiri dan Sukoharjo. Dalam perjalanannya tahun 2020 Yayasan Jerami melebur menjadi Yayasan Jalatera.

(SEKRETARIS)
Pegiat pemberdayaan masyarakat, fokus pada penanggulangan kemiskinan, mitigasi perubahan iklim, dan ekonomi kerakyatan

(BENDAHARA)
Aktivis lembaga swadaya masyarakat yang baik dalam administrasi keuangan adalah mereka yang teliti, jujur, dan selalu berkomitmen pada keakuratan. Dengan ketekunan dan integritas tinggi, mereka tidak hanya menjaga keseimbangan angka, tetapi juga memastikan setiap keputusan finansial didasarkan pada data yang terpercaya. Keandalan mereka dalam menyusun laporan keuangan dan pengelolaan dana perusahaan menjadi pondasi kuat bagi keberhasilan organisasi.